Kamis, 29 Agustus 2013

Sepatah Hari

tetesan air yang tak kunjung henti
membuat hangatnya mentari tak kunjung datang
dan membuat hari hari yang sepi
di tengah keceriaan yang akan datang


Aku datang dari kegelapan 
menuju terang-Mu yang abadi
Dan ku kembali ke kehidupan lama ku 
setelah bersekutu memuji nama-Nya.. 
Dan ku ingin kehidupan lamaku kubuat baru.. 

gelap yang panjang ini
ku habiskan bersama saudaraku...
mengingat masa lalu
dengan canda dan tawa
dan ditemani nyanyian jangkrik nan merdu


 

Rabu, 19 Juni 2013

Surat untuk Ibu Pertiwi
Galih Dwi Hardiyan

Di tengah tanah yang kaya
Di tengah udara yang dihirup
Rakyatku sedang merana
Hanya kar'na mahalnya hidup

Permata biru yang menjajar
Menagungkan nama Tuhan
Rakyatku sedang haus dan lapar
Hanya kar'na BBM yang jadi beban

Inilah surat untuk Ibu Pertiwi
Yang kutulis di secarik kertas ini
Dengan semua jejak anakmu ini
Yang merana di negeri ini

Kita kaya akan pangan
Kita kaya akan alam
Banyak dari kita berpangku tangan
Itulah sedih yang paling dalam
\\
Di tengah penderitaan kini
Wakil kita hanya terdiam
Melihat jeritan anak Ibu Pertiwi
Dan duduk dengan santainya

Inilah surat untuk Ibu Pertiwi
Yang kutulis di secarik kertas ini
Dengan semua jejak anakmu ini
Yang merana di negeri ini


Kamis, 13 Juni 2013

Khianat Cinta Suci
Gailh Dwi Hardiyan


Hitam kelam menyelimutiku
Badai dan topan pun terus bergemuruh
Hati remuk hanya kar’na dirimu
Karena kau selalu menghianati hatiku

Entah harus apa yang ku bisa
Bila kulihat ia berdua
Memadu kasih dan cinta
Merajut cerita cinta mereka

Kasih kau  jangan kembali
Biarkan daku berdiri sendiri
Walau cinta kita tak satu lagi
Entah harus apa, yang bisa kupungkiri
Hanya bisa meratapi ini
Walau kau telah menghianati
Cinta suci ini

Kita telah membuka album kita
Dan kita tutup bersama
Kenangan dan kegembiraan
Biarlah menjadi kelam bersama

Mungkin inilah suratan Tuhan
Mungkinkah ini petunjuk-Nya
Mungkinkah kita harus berpisah
Bahwa tak kan bersatu selamanya

Kasih kau  jangan kembali
Biarkan daku berdiri sendiri
Walau cinta kita tak satu lagi
Entah harus apa, yang bisa kupungkiri
Hanya bisa meratapi ini
Walau kau telah menghianati
Cinta suci ini

Kasih slalu ingat namaku
Panggilah namaku di hatimu
Biar kita tak lagi menyatu
Namun kita dapat bertemu
Kasih kau  jangan kembali
Biarkan daku berdiri sendiri
Walau cinta kita tak satu lagi
Entah harus apa, yang bisa kupungkiri
Hanya bisa meratapi ini
Walau kau telah menghianati

Cinta suci ini
Negaraku
Galih Dwi Hardiyan


Dengan ribuan pulau
Menatap besarnya dunia
Dari ribuan insan manusia
Bersatu untuk berpacu

Dengan tongkat dan batu
Tanaman dapat tumbuh
Dengan anak bangsa
Kita dapat mengubah dunia

Betapa indah negeriku\
Dengan senyuman mentari
yang sembunyi di Kuta
Dengan kekokohan Borobudur
Dengan wajah ramah tamah Yogya

Kita bisa menghias dunia
Dengan senyuman 
Dengan keelokan bangsa
Dan dengan budaya

Negeriku yang kaya
Dengan tanahnya bak permata
Dengan para petani yang berkarya
Demi swasembada pangan bangsa

Negeriku yang sentosa
Dengan berjuta kekayaan alam
Yang diberi Tuhan pada kita
Yang mahal daripada permata

Mari kita berjuang
Untuk menghantarkan kembali 
Auman sang Macan Asia
Dan membuat bangsa berjaya


Kamis, 23 Mei 2013


Lika Liku si Penyumbang
Galih Dwi Hardiyan

Berangkat dari pelosok negeri
Hanya berbekal doa dan diri
Tiada teman yang menemani
Hanya Tuhan yang tahu pasti

Ku tinggalkan negeriku
Hanya berbekal doa seorang ibu
Dengan semangat yang membaharuiku
Dengan asa dan harapan dari diriku

Secercah harapan bersinar cerah
Dari seberang sana
Membawa nama nusa dan bangsa
Juga untaian harapan

Setelah tiba di seberang sana
Ku terdiam tanpa kata
Walau cahaya gemerlapan
Di sana seperti tak ada harapan

Harapanku pupus sudah
Doaku pudar sudah
Aku hanya merintihkan setetes air mata
Untuk daku dan mereka 

Mereka terpojok dalam kesendiriannya
Dibuang dan tak dilihat
Dicerca dicela
Tapi semangat berkaryamu di negeri seberang
tak pernah pudar

Dengarkanlah suara mereka
Perjuangan hidup mereka hanya 
setetes air dalam samudra
Mereka merintih akan duka mereka
Kita harus memperjuangkan api semangat mereka

Itulah lika-liku si penyumbang
Datang ke sana tanpa uang
Dibuang dari sana untuk pulang
Entah karena apa mereka harus pulang

Biarlah Tuhan yang tahu
Yang mengerti dan Maha tahu
Semua masalah yang berlalu
Biarkanlah dimakan waktu

Orang Kecil
Galih Dwi Hardiyan

Berjalan di tengah kota
Menjulang dengan harta
Mobil meraung-raung
Menghinggapi jalanan kota

Sedih dan dingin
Menyelimutinya
Tiada semangat
Di dalam dada

Entah mengapa 
Jurang itu begitu lebar
Menganga tak terbatas
Jurang si miskin dan si kaya

Wahai kawanku semua
Dengarkanlah suara ini
Suara yang keluar
Dari jurang ini

Mereka terpojok
Mereka sendiri
Mereka lapar
Di jurang kemiskinan

Wahai kawanku
Bantulah ia

Hai kawanku lihatlah ia
Merintih kesusahan
Sampai kapan 
Kita menutup mata 

Inikah kita yang membuat
Pertanyaan besar bagi diri kita
Mari lepaskan
Topeng diri kita

Marilah kita menolongnya
Dari jeratan tali yang kuat
Dari keterbatasannya
Karena kita adalah saudara

Selasa, 21 Mei 2013

Cintaku Tak Sampai

Galih Dwi  Hardiyan

Cinta, membuat hatiku bergetar
Cinta, membuat hatiku terpana

Aku ingin bersamamu sayang
Satu hati satu jiwa
Cinta ini
Ku berikan padamu

Namun hatiku tak sampai
Aku ingin bicara
Aku ingin miliki dia

Apa itu garisan Tuhan
Aku tak bida bersamanya
Aku ingin miliki dia selamanya
Namun cintaku tak sampai

Buat apa
Hatiku tak sampai
Hanya membuat luka
Di hati

Namun apa jua
Itu sangat percuma
Hanya membuat
Hidupku merana

Semangat

Galih Dwi Hardiyan

Indahnya pagi
Bersama mentari
Suasana hati
Terus bernyanyi

Walau rintangan
Terus menghadang
Api semangatku
Tak akan padam

Semangat jalani hari
Bersama sang mentari
Semangat jalani hari
Ceria, hidupku penuh warna-warni

Kepercayaan 
Akan indahnya hari
Melawan kita
Dari rasa sunyi

Dendangan lagu
Akan bermakna
Membuat waktu
Akan berwarna

Walau hidup itu pilihan
Pilihan itu bisa kita ubah
Dengan senyuman
Menjadi berguna untukmu

Senyumlah pada dunia
Sebarkan sukacita
Buatlah hidupmu penuh warna
Agar hidupmu bahagia 

Senin, 20 Mei 2013


My love

Galih Dwi Hardiyan
I stand alone
In the dark without a lamp
Without my soul mate

cold haunt
lonely enveloping
Itself not with me

I want it
With me again
Our love of knitting

But what power
Fate can not be changed
You've been gone
Leave me alone

But what nevertheless
Scratches destiny for me
You've been gone
Go towards the Creator

My love
I want you back
write it with
We love Gazette

Oh my lover
I do not want you to go
Leave me alone

I'll be your hero
I'll give you my breath
I want you to live with me
forever

I am empty without trace
My life has lost direction
Either me where to go
Lamenting my life

But what nevertheless
Scratches destiny for me
You've been gone
Go to the creator

My love
I want you back
write it with
We love sheet

Oh my lover
I do not want you to go
Leave me alone
Kekasihku

Galih Dwi Hardiyan

Aku berdiri sendiri
Di kegelapan tanpa pelita
Tanpa belahan jiwaku

Dingin menghantuiku
Sepi menyelimutiku
Sendiri tiada bersamaku

Ku ingin ia
Bersama ku lagi
Merajut cinta kita

Namun apa daya
Takdir tak bisa diubah
Kau telah pergi
Meninggalkan diriku

Namun apa jua
Goresan takdir bagiku
Kau telah tiada
Pergi menuju Sang Pencipta

Kekasihku
Ku ingin kau kembali
Menulis bersama
Lembaran cinta kita

Oh kekasihku
Aku tak mau kau pergi
Meninggalkan diriku

Aku akan jadi pahlawanmu
Akan ku beri nafasku untukmu
Ku ingin kau hidup besertaku
Selamanya

Diriku hampa tak berbekas
Hidupku telah hilang arah
Entah ku harus kemana
Meratapi hidupku ini

Namun apa jua
Goresan takdir bagiku
Kau telah tiada
Pergi menuju sang pencipta

Kekasihku
Ku ingin kau kembali
Menulis bersama
Lembaran cinta kita

Oh kekasihku
Aku tak mau kau pergi
Meninggalkan diriku